Lihat semua instrumen Mindovia
Tes Overthinking: Seberapa Ramai Isi Kepalamu?
Susah berhenti mikir "gimana kalau..." atau terus mengulang kejadian kemarin? Cek level overthinking-mu lewat 21 pernyataan dari dua skala riset.
- Perkiraan durasi: 4 menit
- Jumlah pertanyaan: 21
- Rentang usia: 15–99 tahun
- Kategori: Kesejahteraan Diri, Eksplorasi Diri
Tentang instrumen ini
Overthinking punya dua wajah. Ada yang mengkhawatirkan masa depan ("gimana kalau nanti gagal?"), ada yang mengungkit masa lalu ("kenapa aku tadi ngomong begitu?"). Tes ini mengukur keduanya memakai dua skala yang banyak dipakai dalam riset psikologi.
Yang akan kamu dapat:
Level overthinking-mu , dari Si Kepala Adem sampai Si Otak 100 Tab
Kartu hasil yang bisa kamu simpan dan bagikan
Skor dua aspek: khawatir masa depan dan mengungkit masa lalu
Kalimat untuk memutus putaran pikiran dan langkah kecil untuk menenangkan kepala
Tentang tes ini: 21 pernyataan, sekitar 4 menit. Ini tes refleksi diri , bukan alat diagnosis. Batas level masih sementara.
Sumber: Bagian 1 memakai Penn State Worry Questionnaire (PSWQ) dari Meyer, Miller, Metzger, & Borkovec (1990), Bagian 2 memakai subskala brooding dari Ruminative Responses Scale (Treynor, Gonzalez, & Nolen-Hoeksema, 2003; Nolen-Hoeksema & Morrow, 1991). Kedua skala berstatus domain publik dan dipakai dengan mencantumkan sumbernya. Terjemahan bahasa Indonesia, level, dan teks hasil disusun oleh tim Mindovia dan belum divalidasi.
Aspek yang direfleksikan
- Khawatir Masa Depan
- Mengungkit Masa Lalu
Cara mengerjakan
Tes ini punya dua bagian dengan pilihan jawaban yang berbeda. Baca petunjuk di awal setiap bagian.
Tidak ada jawaban benar atau salah.
Jawab sesuai yang biasanya terjadi padamu, bukan yang menurutmu seharusnya.
Tes ini untuk refleksi diri, bukan diagnosis. Skor tinggi tidak berarti kamu mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Kalau rasa khawatir atau pikiran berulang mengganggu tidur, kerja, atau hubunganmu selama berminggu-minggu, bicarakan dengan psikolog. Dalam keadaan darurat, hubungi layanan kesehatan jiwa 119 ext. 8.